banner

Perjuangan ibu : Setiap hari Makan Nasi Garam demi sekolahkan 7 anaknya

author photo Saturday, December 21, 2019
Perjuangan ibu : Makan Nasi Garam demi sekolahkan 7 anaknya - Kisah inspirasi seorang ibu berusia 72 tahun yang sudah ditinggal suaminya selama lamanya, dengan perjuangannya sendiri ibu ini menyekolahkan 7 anaknya.

Seperti dilansir dari tribunnews.com, Wanita asal palembang ini adalah istri dari almarhum Mustami mantan kepala sekolah Madrasah di Palembang.

Suami ibu ini meninggal karena sakit yang diderita sekitar tahun 1991 yang lalu.

Kisah inspirasi perjuangan sang ibu


Perjuangan ibu : Makan Nasi Garam demi sekolahkan 7 anaknya - Kisah inspirasi seorang ibu berusia 72 tahun yang sudah ditinggal suaminya selama lamanya, dengan perjuangannya sendiri ibu ini menyekolahkan 7 anaknya.    Seperti dilansir dari tribunnews.com, Wanita asal palembang ini adalah istri dari almarhum Mustami mantan kepala sekolah Madrasah di Palembang.


Meninggalkan tujuh anak yang menjadi tanggung jawab ibu ini tanpa bantuan suaminya lagi.

Ibu ini berprofesi sebagai guru honorer di Sekolah Dasar serta mengajar sebagai Pembina Pramuka.

Saat ditinggalkan suaminya dengan anak anak yang masih kecil dan balita, sang ibu ini berjuang keras seorang diri untuk menggantikan suaminya membiayai kehidupan anak anaknya.

Baca juga : Kisah inspirasi seorang istri yang menutupi kehormatan suaminya

Sang ibu hebat ini mempunyai tujuh anak dari enam laki laki dan satu perempuan, namun cobaan bukan disitu saja, seorang anak perempuannya satu satunya meninggal karena sakit yang diderita.

Terlepas dari usaha beliau, ibu ini selalu berdoa dan berusaha untuk menghidupi keluarganya.

Pada pagi hari ibu ini berangkat mengajar kesekolah sebagai guru honorer dan sore harinya mengajar sebagai pembina pramuka.

Satu hal yang tidak pernah dilupakan oleh ibu ini, selalu sholat malam (tahajud) serta sholat duha.

Dia yakin dan percaya tidak ada usaha selain atau benar benar meminta kepada yang maha kuasa, dan memasrahkan dirinya kepada Allah SWT.

Dari ke enam anaknya saat ini sudah bekerja, dan mempunyai gelar sarjana.

Anak pertamanya menjadi wakil kepala sekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan anak satu satunya yakni perempuan yang sudah meninggal sarjana Agama.

Lalu anak ketiga, keempat, dan kelima bekerja diperusahaan swasta, lalu si bungsu bekerja di kantor pajak di Palembang.

Menyekolahkan tujuh anak anak seorang diri sebagai seorang wanita menjadi hal yang tidak mudah.

Baginya untuk menyekolahkan anak anaknya sampai menjadi sarjana seperti sekarang, ibu hebat ini rela setiap harinya memakan nasi dan garam saja.

Akan tetapai ibu ini tidak lagi bekerja, karena faktor usia yang tidak mungkin memaksa beliau untuk berangkat bekerja, saat ini dia hanya menerima kiriman uang anak anaknya yang sudah bekerja.

Sekarang sang ibu hebat ini tinggal sendiri dirumahnya yang diitinggalkan sang suami, setiap sore atau hari libur kerja anak anaknya akan mengunjunginya.

" Alhamdulillah sekarang anak anak saya sukses sudah bekerja dan berkeluarga. Walaupun bekerja dan berkeluarga tetap ingat dengan ibu nya" ujar sang ibu hebat ini.
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisemen

Advertisement

Themeindie.com