Breaking News

banner

Monday, November 25, 2019

author photo
Waktubaca.com - Dokter dan para ahli medis semestinya mempunyai keahlian berbagai bidang kesehatan, namun kisah dokter yang menangis saat proses persalinan ibu dan anak ini, menjadi sebuah inspirasi bagi kalian untuk berbakti kepada ibu.

Kisah Seorang dokter saat proses persalinan ibu dan anak 


Kisah dokter menangis saat proses persalinan ibu dan anak
Kisah dokter menangis saat proses persalinan ibu dan anak (Foto: google.com)




Saya adalah dokter yang menangani begitu banyak wanita hamil dalam persalinan dan setiap kali berada di ruang bersalin, saya selalu berdoa kepada Allah untuk memberkahi semua ibu diseluruh dunia.

Baca juga : Kisah inspirasi seorang istri yang menutupi kehormatan suaminya

Rasa sakit yang dialami wanita diruang bersalin rumah sakit tidak dapat dijelaskan lagi, dan ini tidak termasuk sembilan bulan yang mereka habiskan untuk mengandung bayi.

Pasangan suami istri ini melewati banyak hal hanya untuk melahirkan kehidupan baru.

Kisah dokter menangis saat proses persalinan ibu dan anak
ilustrasi : Kisah dokter menangis saat proses persalinan ibu dan anak (foto www.google.com)


Hari ini saya pun menangis sedih karena kehilangan seorang wanita yang hebat dan mulia, kami para medis dan para dokter didunia tentu tidak berdoa agar hal-hal seperti ini terjadi tetapi terkadang Tuhan mempunyai rencana lain.

Mengapa kasus ibu ini sangat begitu menyedihkan? Karena sang ibu ini telah menanti kehadiran seorang anak selama 14 tahun lebih.

Kami telah banyak mencoba program bayi tabung dan begitu banyak metode metode yang kami ketahui, dan sang ibu ini telah melakukan berbagai macam cara untuk bagaimana cara memiliki anak.

Akhirnya Tuhan mengabulkannya, dan ini tidak bisa lagi dijelaskan melalui sains dan ilmu pengetahuan manusia.

Dia kemudian hamil, meskipun dia memiliki kista indung telur dan banyak fibroid, namun sang ibu yang mulia ini tetap melanjutkan kehamilannya.

Fibroidnya mulai mengecil dan semuanya terlihat baik-baik saja.

Setelah 9 bulan, tiba saatnya untuk menuju kelahiran, lalu sang suami segera membawanya ke rumah sakit dan dengan cepat saya meninggalkan semua yang saya lakukan dan merawatnya.

Baca juga : Apakah Menikah Nasib Wanita Yang Sudah Berumur 25 tahun

Dan walaupun para dokter telah berjuang lebih dari 7 jam lamanya guna menyelamatkan nyawa ibu dan bayi dalam kandungan, hasilnya tetap sama, mereka harus memilih salah satunya .

Dengan berat hati dokter terpaksa memilih seperti yang diminta oleh sang ibu ini, untuk menyelamatkan sang bayi walau dengan resiko nyawa.

Kami para dokter dan perawat bekerja selama berjam-jam lebih, bagi kami para dokter ini sangat menyakitkan sehingga kami memutuskan untuk melakukan operasi caesar.

Sang bayi pun kemudian lahir dengan waktu yang cukup lama,

Bayi yang baru lahir itu lalu didekapkan dalam pelukan sang ibu, untuk yang pertama dan terakhir kalinya, Sang ibu dari bayi itu menciumi dan memeluknya selama beberapa menit, tersenyum padanya lalu berkata:

"Allahu Akbar" dan kemudian wanita itu menutup mata untuk selamanya.

Tangis bayi terdengar begitu keras seakan sang bayi merasakan kesedihan yang dalam, sedih karena kehilangan ibu yang telah memberinya kehidupan, sedih sebab selama hidup sang bayi tidak akan melihat ibunya lagi.

Alangkah singkatnya pertemuan mereka, semoga kalian setelah membaca ini agar sadar bagaimana seorang ibu memperjuangkan kamu saat dikandungan dan saat melahirkan.
your advertise here

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post