author photo

Kalau ngomongin soal nikah terus kamu bisa depresi loh kerja dulu gih yang keras terus nabung yang banyak makin direncakan pernikahan makin bagus kedepannya. 


Kamu pasti penasaran dengan orang yang pendapatan minim alias nikah low budget tapi tetap lancar pesta resepsi pernikahan dan hidup bahagia.

Mungkin orang yang ingin menikah sederhana dan menikah tanpa resepsi itu adalah cita cita seorang lelaki karena bukan rahasia umum lagi kalau pernikahan 90% itu uang si lelaki.

Seperti sahabat kita Kak adi yang merasa menikah itu mahal. Lelaki yang sudah berumur 30 tahun ini akan menceritakan perjalanannya hubungan pacaran sampai dengan menikah.

Aku adalah adi lelaki yang bekerja diperusahaan swasta saat ini,  Soal budget pernikahan kita mulai dulu dengan perjalanan pacaran aku ya..

Waktu itu aku kuliah dijogja bertemu seorang wanita cantik dengan penampilan sederhana, Setelah sekian kali kita bertemu dan aku mengungkapkan perasaan lalu akhirnya kita resmi pacaran.



Menikah Tanpa Resepsi Atau Menikah Murah Itu Tidak Mungkin



Masa masa berantem romantis pacaran itu sudah jadi bumbu pacaran, pasti kamu sering kan merasakan itu apalagi kalo si cewek ngambek kamu harus usaha extra biar dia ngga ngambek lagi.

Dan Ngga kerasa aku dan dia sudah menjalani pacaran hampir 4 tahun, keluargaku dan keluarga dia setuju untuk jenjang lebih serius agar ada kejelasan.

Setelah lulus kuliah aku ditawari kerja dengan temanku di jakarta sebagai Programer di suatu perusahaan gajiku saat itu 5juta sebulan , Lumayan lah untuk mahasiswa lulusan baru. Dan pacarku di jogja pun bekerja sebagai guru honorer didekat tempat dia tinggal.

Aku terus bekerja untuk persiapan lamaran pacarku waktu itu, Uang pun terkumpul dan persiapan lamaran sudah aku siapkan dengan segala sesuatunya. Selama aku bekerja di jakarta aku jarang bertemu, kita hanya berkomunikasi lewat whatsapp dan video call saja untuk menghilangkan rasa kangen.



Aku masih ingat waktu itu bulan desember aku cuti kerja dan berangkat ke jogja untuk melamar dia, Hari itu bahagia banget dengan pakaian batik sekeluarga.

Kamu tau aku dihari lamaran itu merasa Ganteng Maximal Ariel NOAH Lewat.. hehehe..

Setelah lamaran selesai, Akhirnya pihak keluarga bermusyawarah untuk hari pernikahan.

Menurutku menikah adalah kewajiban manusia yang harus dilaksankan apalagi menikah dengan orang yang kita sayang pasti bahagianya udah ngga ketolong lagi dan kamu bekerja untuk menikahi seseorang itu ibadah juga.

Kembali kerutinitasku sebagai programer di perusahaan jakarta,
Alhamdulilah waktu itu aku bersyukur lulus kuliah dapat pekerjaan terus gajipun besar dibandingkan gaji UMR dijogja waktu itu.

Setelah melamar aku kembali bekerja dan diberikan waktu selama 3 bulan untuk melanjutkan ke pernikahan.

Pasti kamu sudah menebak nebak kita pasti gagal menikah !

Tunggu dulu, Jadi masalah pernikahan aku dengan dia itu bukan masalah keluarga dan masalah orang ketiga karena pacar pertamaku itu dia dan dia punya pacar pertama kali ya aku ini, Beruntung ngga aku hehehe..

Jadi masalah sebenarnya adalah uang, waktu itu aku sudah menabung sekitar Rp. 21 juta itu pun aku hidup di Jakarta aku udah super hemat banget beli kuota aja 2 GB gimana caranya bisa sebulan habisnya. bayangin perngorbanan seorang cowok !

Waktu semakin dekat dengan hari pernikahan makin ingin cepat saja waktu itu.

Tiba tiba malam hari sang mertua menelpon, sang mertua " Besok pesta pernikahan pakai dekor siapa di ? terus acaranya apa aja biar bapak pesan dulu, " aku menjawab, " Atur aja pak aku nurut aja gimana baiknya ? " dengan kesan bahagia aku langsung jingkrak jingkrak ngga sabar hari pernikahan.

Hari pun semakin dekat dengan pernikahan, Tiba tiba ada pesan chat dari pacarku, Dia bilang, " kamu ada uang berapa ? Kok bapak sewa pesta pernikahan mewah banget sampai ada wayang kulit juga " aku bengong baca chat itu. karena yang aku tau untuk tanggap Wayang kulit itu bisa 30jutaan, Di situ mulai ada drama pernikahan yang buat aku sangat kecewa.






Nah aku langsung cek tabunganku itu baru terkumpul uang Rp. 38juta, Hari itu biasanya aku senyum senyum sendiri, tiba tiba setres seketika gimana ini ? gimna besok pernikahan dijogja besok ? aku selalu ngomong sendiri gimana ? caranya dapat uang 100juta ini gimana ? aku hampir gila waktu itu mikirin uang minimal 100juta.

Padahal aku pikir waktu itu menikah sederhana dengan budget menikah Rp. 50juta itu cukup ternyata ini yang dibilang orang orang ngga bisa diprediksi selalu saja kurang.

Hari itu aku nekat bilang langsung dengan keluarga aku, ingin rasanya menunda pernikahan tersebut tapi aku masih mikir untuk menundanya.

Akhirnya keluhan aku dijabah Allah bahwa pesta pernikahanku ternyata dibayar semua oleh mertuaku aku hampir nangis, Depresi setres.


Uang dan tabunganku utuh bisa buat DP rumah dijakarta itu nasihat mertuaku,

Alhamdulillah pernikahanku lancar. Dan istriku tersayang ikut bersamaku ke jakarta.
Next article Next Post
Previous article Previous Post